Selasa, 03 Mei 2011

Gedung Serba Guna Unsrat Bantuan Pertamina Siap Digunakan

Manado - PT Pertamina (Persero) menyerahkan Gedung Serba Guna Universitas Sam Ratulangi yang pembangunannya dibantu PT Pertamina (Persero). Gedung tersebut kini sudah siap digunakan untuk mendukung aktivitas kegiatan belajar mengajar di Universitas terbesar di Sulawesi Utara ini.
Penyerahan Gedung Serba Guna Unsrat ini dilakukan oleh Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Rukmi Hadihartini dan diterima oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi Donald A Rumokoy di lokasi Gedung Serba Guna Unsrat, Jumat (29/4).
Gedung yang mendapat bantuan Pertamina senilai Rp 3,889 miliar ini akan menjadi Pusat Kegiatan Mahasiswa dan tempat pembinaan SDM yang berkualitas. Bantuan Pertamina disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan.
Dukungan Pertamina terhadap dunia pendidikan memang sudah berlangsung sejak lama, baik berupa bantuan beasiswa bagi yang tidak mampu hingga bantuan pembangunan fasilitas pendidikan.
Dalam bantuan beasiswa, Pertamina pada Rabu (27/4) juga menyalurkan beasiswa untuk siswa yang berasal dari keluarga penderita Kusta di perkampungan Sitanala, Banten senilai lebih dari Rp 1,3 miliar. Selain itu Pertamina juga telah menyalurkan beasiswa untuk 36 Putra - Putri Madura yang berprestasi sebesar Rp 216 juta dan 100 siswa Politeknik Negeri Padang sebesar Rp 300 juta.
Sedangkan dukungan untuk fasilitas pendidikan diantaranya ditunjukkan melalui partisipasi dalam pembangunan Laboratorium Basic Science Universitas Airlangga. Peletakan batu pertama pembangunan laboratorium senilai Rp 3,2 miliar ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan pada Senin (25/4).
Beberapa waktu lalu Pertamina juga membantu pembangunan Gedung Olahraga dan Laboratorium MIPA Universitas Indonesia, gedung Olahraga Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Gedung Olahraga Universitas Brawijaya, Aula Politeknik Malang dan fasilitas Kolam renang bagi Universitas Malang. Total bantuan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut mencapai Rp 60 miliar.

sumber: http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8123/gedung-serba-guna-unsrat-bantuan-pertamina-siap-digunakan

WMO Block Development Management more simple than ONWJ Block

Jakarta, April 28, 2011 – Pertamina’s capability in managing oil and gas field in the offshore has been proven by its success stories in increasing production of Offshore North West Java (ONWJ) Block field which have level of complexity much higher than West Madura Offshore (WMO) Block. Pertamina would like to say thank you and appreciation to BP Migas, which recommended to the Government to appoint Pertamina as operator in the WMO block.

Pertamina as the operator in the ONWJ Block has succeeded in increasing oil production from the previous at 21,000 barrels per day to 30,000 barrels per day at current time and gas production amounted at 200 million cubic feet a day (mmscfd). Pertamina plans to synergize the operation capabilities in ONWJ with the management of WMO block, so it is expected to cut operational costs by 10%, which also will reduce the cost recovery.

Pertamina has prepared an investment commitment of US$1 billion for the management of WMO block within next 5 years and committed to increasing oil production from 13,400 barrels a day currently to 40,500 barrels a day and gas production from 138 million cubic feet a day (mmscfd) to 204 million cubic feet a day (mmscfd) by 2015.

To achieve the target of increasing production, Pertamina committed to drill 86 wells in 5 years consist of 11 exploration wells, 67 development wells and 8 workover wells.

Pertamina currently has more than 500 employees with an average of 20 years of experience in the offshore operations, which have good safety performance and proven to increase production. In the WMO management plan, Pertamina is also willing to maintain permanent local employees who work in the current WMO block, even providing career advancement opportunities for workers in WMO block to develop career in other Pertamina organization.

Complexity of ONWJ Block management compare with WMO block, see as details below:
Comparison Aspect
ONWJ
WMO
Area (Km 2)
8.279
1.615
Production Target 2011 (gross)


- Oil
31.000
13.400
- Gas
190
138
Offshore Structure/Platform
218
20
Offshore Manned Locations
11
3
Onshore Receiving Facilities (ORF)
3
1
Crude Storage Capacity
1 million barel
700 thousand barel
Subsea Pipeline


- Amount
375
14
- Length
1.600
300

Pertamina has a story of success in increasing oil production in the blocks that have been taken over, for example in Block Limau previously operated by Talisman, currently the production increasing by 6,000 barrels / day to 11,300 barrels / day after taken over by Pertamina. Similarly, Sanga sanga Block - Tarakan previously operated by Medco increased from 4,300 barrels / day to 7,500 barrels / day, Sukowaati Block that operated by Pertamina and Petrochina increased from 40,000 barrels / day to 48,000 barrels / day, and Block ONWJ (Offshore North West Java ) previously operated by BP rose from 21,000 barrels / day to 25,000 barrels / day.

Pertamina is the only oil company in Indonesia that successfully increased its production in the last five years. Pertamina's production in 2010 reached 190,700 barrels / day of oil and 1,458 million cubic feet of gas per day, equivalent to 443,500 barrels of oil equivalent.

In 2011, Pertamina targets 208,000 barrel a day of oil and 1,520 million cubic feet of gas a day or 470,310 barrel oil equivalent. To maintain production growth and additional new reserve in 2011, Pertamina targeted to drill 76 exploration wells and 221 development wells.

sumber: http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8122/wmo-block-development-management-more-simple-than-onwj-block

Scholarship for 172 Students from Families of Leprosy Patients

Jakarta – Education is the right of every child, including hundreds of students from low-income families of leprosy patients in Sitanala village, Tangerang, Banten. Even living within various limitations, but the students still eager to continue learning.

In the same spirit, PT Pertamina (Persero) in collaboration with the Association of Disabled Leprosy Foundation / Yayasan Himpunan Penyandang Cacat Kusta (HPCK) through Corporate Social Responsibility (CSR) program in education sector, to distribute scholarship for 172 students from low-income families of leprosy patients in the area from 2010 until 2015.

This scholarships awarded to 172 students consisting of 99 elementary school students (SD) grades 4 & 5 and 73 junior high school students (SMP) grades 7 & 8. The number of scholarships given to elementary students is Rp600,000/year for every student and for junior high school students is Rp900,000/year for every student. The total amount of Pertamina scholarship for 5 years to reach Rp. 1,378,800,000.

Ceremony of Pertamina's scholarship distribution directly received by the representative students, on Wednesday (27 / 4). Pertamina hopes this scholarship to ease the burden of families of leprosy patients and motivate students to not despair at the limitations it faces. In addition to scholarships for students from families of leprosy patients, Pertamina also has distributed scholarships to 36 achievers young man and woman of Madura worth Rp216 million and 100 Politeknik Negeri Padang students Rp300 million.

Not only to motivate students, Pertamina also support the improvement of the quality of education by participating in the construction of educational facilities such as Basic Science Laboratory at the University of Airlangga. Laying the first construction of laboratorium worth Rp3.2 billion is done directly by the President Director of Pertamina, Karen Agustiawan, Monday (25 / 4).

Previously, Pertamina also giving aid for construction of sports and science Laboratory Buildings of MIPA, University of Indonesia, sports building of Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sport building of Brawijaya University, the Hall of Polytechnic of Malang and pool facilities for the University of Malang. The total aid for development assistance for education facilities to reach Rp 60 billion.

sumber:http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8120/scholarship-for-172-students-from-families-of-leprosy-patients

Minggu, 24 April 2011

Pertamina dan Polri Kerja Sama Pengamanan Wilayah Kerja Pertamina

Jakarta, PT Pertamina (Persero) dan Kepolisian Republik Indonesia mengadakan penandatangan nota kesepakatan tentang http://www.blogger.com/img/blank.gifPenyelenggaraan Pengamanan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi di Lingkungan PT Pertamina (Persero).

Dengan program transformasi yang dilakukan Pertamina sekarang, di mana salah satunya mencakup pembenahan dan peningkatan aspek HSE (Health Safety and Evironment) di lingkungan operasi Pertamina, diharapkan kerjasama yang dilakukan dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini dapat menjadi salah satu solusi untuk peningkatan safety di lingkungan bisnis Pertamina.

Nota kesepahaman ini mencakup kerjasama pembinaan dan kerjasama operasional. Di bidang pembinaan, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini, Pertamina dan Kepolisian Republik Indonesia akan bekerja sama dalam mendidik dan memberi pelatihan SDM Pertamina di bidang pengamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan Pertamina. Pertamina dan Kepolisian Republik Indonesia akan melakukan menyusunan dan penentuan konfigurasi standar pengamanan dan standar kualitas kemampuan pelaksanaan pengamanan Pertamina serta melaksanakan adit sistem pengaman Pertamina sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan.

Di bidang operasional, Pertamina dan Kepolisian Republik Indonesia akan mengadakan tukar menukar informasi yang berkaitan dengan pembinaan sistem pengamanan di Pertamina. Sistem pengamanan di Pertamina akan dibedakan dalam tiga situasi, yaitu; situasi aman, situasi rawan dan situasi sangat rawan. Pada saat situasi aman, pengamanan dilaksanakan secara internal oleh Pertamina. Pada situasi rawan, pengamanan akan dilakukan baik oleh Pertamina maupun Kepolisian dengan kendali dari Kepolisian. Pada situasi sangat rawan, penamanan akan dilaksanakan oleh Pertamina dan Kepolisian serta dibantu oleh pihak TNI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pihak Kepolisian juga akan membantu Pertamina dalam mencari dan menemukan akar penyebab peristiwa/kejadian yang terjadi wilayah kerja Pertamina sesuai kompetensinya, dan Pertamina akan membantu Kepolisian untuk menyimpan barang bukti pada saat Kepolisian melakukan penyelidikan.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan dapat direvisi sesuai kesepakatan bersama. Sebelumnya Pertamina dan Kepolisian Republik Indonesia juga pernah menandatangani MoU pada tahun 2008 dan telah berakhir pada bulan Februari 2011.


sumber: http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8105/pertamina-dan-polri-kerja-sama-pengamanan-wilayah-kerja-pertamina

Selasa, 19 April 2011

Pertamina Mulai Ekspor Pelumas ke Nepal

Jakarta, 18 April 2011 - Setelah merambah beberapa negara, Pertaminakini menambah negara tujuan ekspor pelumasnya, yaitu ke Nepal. Pada pengiriman perdananya ke Nepal, Pertamina mengekspor 2 kontainer produk pelumas yang terdiri dari jenis Mesran dan Enduro, dengan volume sekitar 12.000 liter.

Rincian jenis dan kemasan pelumas yang dikirim pada ekspor perdana ke Nepal kali ini adalah sebagai berikut:

Jenis/Merek


Kemasan


Volume per kemasan

Mesran Super 20W50 SGCD


Drum


209 L

Mesran Super 20W50 SGCD


Box


6x4 L

Mesran Super 20W50 SGCD


Box


20x1 L

Enduro 4T 20W50


Box


20x1 L


Ekspor perdana pelumas Pertamina ke Nepal dilakukan di Lubricant Production Unit Jakarta pada Senin, 18 April 2011 oleh Vice President Pelumas Pertamina, Supriyanto DH. Pengiriman ini kemudian akan dilanjutkan secara rutin ke depannya.

Penjualan pelumas Pertamina di Nepal dilakukan dengan sistem kerjasama yang menunjuk Riddhi Siddhi Trade Concern sebagai country distributor untuk Nepal.

Nepal merupakan negara ke-11 yang menjadi tujuan ekspor produk pelumas Pertamina. Sebelumnya, pelumas Pertamina juga sudah diekspor Belgia, Saudi Arabia, Myanmar, Singapore, Taiwan, Philipina, Timor Leste, Australia, Jepang dan China. Selain itu, Pertamina juga telah menjual produk pelumasnya di Pakistan dan Uni Emirat Arab dengan merek Zipex. Bertambahnya negara tujuan ekspor pelumas Pertamina ini menunjukkan semakin banyaknya konsumen di negara lain yang percaya menggunakan pelumas produk Pertamina.

Pelumas Pertamina di Dalam Negeri
Tak hanya di luar negeri, produk pelumas Pertamina juga masih eksis di dalam negeri dengan mendominasi sekitar 60% pasar pelumas ritel di Indonesia. Apresiasi terhadap produk pelumas Pertamina pun terlihat dari sejumlah penghargaan yang diraih pada 2010. Beberapa di antaranya merupakan penghargaan atas produk dan pelayanan Pertamina. Pelumas Pertamina meraih gelar Top Brand Award 2010 yang dilaksanakan Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing.

Prima XP untuk kategori pelumas mobil, dan Mesran untuk kategori sepeda motor. Penghargaan yang diterima pada tanggal 9 Februari 2010 tersebut merupakan wujud dari keberhasilan Pertamina dalam mempertahankan pasar dalam negeri bersamaan dengan melakukan aksi agresif ke pasar luar negeri. Selain itu, brand Mesran juga meraih penghargaan The Greatest Brand of The Decade dari Mark Plus dan Indonesia Original Brand versi majalah SWA

Pelumas Industri
Di samping pasar retail, Pertamina juga berhasil menjunjukkan keunggulannya di pasar pelumas industri. Pada 2010, Pertamina memenangkan tender pasokan pelumas untuk mesin-mesin pembangkit PLN senilai Rp 176 Miliar dengan total volume 9.338 KL setahun. Kemenangan Pertamina ini setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat dan berhasil menyisihkan pelumas Total dan Shell.

Pertamina dipilih karena memiliki keunggulan kualitas, layanan dan harga yang sangat kompetitif. Pertamina disamping menawarkan produk yang bersertifikasi internasional juga menawarkan kehandalan dan ketersediaan produk melalui program monitoring, dan memberikan solusi pelumasan, termasuk memberikan solusi waste management.

Produk-produk ini akan dipasok ke wilayah Indonesia bagian barat yang meliputi Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, NTB, NTT, dan Kalimantan Barat dengan total volume 4.025 KL senilai Rp 70,8 Milliar. Untuk wilayah Indonesia Timur akan dipasok ke wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku dan Papua dengan total volume 5.313 KL selama setahun senilai Rp. 105,9 Milliar.

sumber: http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8099/pertamina-mulai-ekspor-pelumas-ke-nepal

Minggu, 17 April 2011

Perkembangan Harga BBM Non-Subsidi Periode 15 April 2011

JAKARTA - Terhitung tanggal 15 April 2011 pukul 00.00 WIB, harga BBM non-subsidi Pertamina yang terdiri dari Pertamax/Bio Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex di sebagian besar wilayah Indonesia tidak mengalami perubahan harga. Untuk rincian harga sebagai berikut :

Daftar Harga Pertamax,Pertamax Plus dan Pertamina Dex
untuk Periode 15 April 2011


Jenis BBK/ Lokasi Harga Jual SPBU
15 April 2011
(Rp) Harga Jual SPBU
1 April 2011
(Rp)
I. PERTAMAX PLUS
- Batam 8.600 8.600
- UPms I 9.400 9.400
- Riau 9.600 9.600
- UPMS III (Jakarta dan Sekitanya) 9.050 9.050
- UPMS IV 9.200 9.200
- UPMS V (PBBKB 5%) 9.200 9.200
- UPMS VI
Pontianak 9.200 9.200
Bengkayang 9.250 9.250
Landak 9.300 9.300
Melawai 9.550 9.550
Sambas 9.300 9.300
Sanggau 9.400 9.400
Sekadau 9.400 9.400
Sintang 9.500 9.500
Singkawang 9.300 9.300
II. PERTAMAX / Bio Pertamax
- UPms I 9.050 9.050
Sumatera Barat 9.500 9.500
- UPms II 8.900 8.900
Bangka 9.200 9.200
- UPms III (Jakarta dan sekitarnya) 8.600 8.600
- UPms IV 8.800 8.800
- UPms V 8.900 8.900
- Bali 9.100 9.100
- NTB 9.100 9.100
- NTT 9.150 9.150
- UPms VI
Balikpapan 8.900 8.900
Samarinda 9.000 9.000
Bontang 9.100 9.100
Kab. Kutai Timur 9.150 9.150
Kab. Kutai Kerta Negara 9.000 9.000
Kab. Pasir 9.100 9.100
Kab. Kutai Barat 9.400 9.400
Kab. Berau 11.000 11.000
Banjarmasin 8.900 8.900
Banjar Baru 8.900 8.900
Kab. Banjar 8.900 8.900
Kab. Barito Kuala 8.900 8.900
Kab. Tanah Laut 8.900 8.900
Kab. Tapin 8.900 8.900
Kab. Balangan 9.050 9.050
Kab. Hulu Sungai Utara 9.050 9.050
Kab. Hulu Sungai Tengah 9.050 9.050
Kab. Tabalong 9.050 9.050
Palangka Raya 9.050 9.050
Kab. Barito Utara 9.250 9.250
Kab. Barito Timur 9.100 9.100
- UPms VII
Palu 9.850 9.850
Kotamobagu 9.350 9.350
Gorontalo 9.600 9.600
Kendari 10.500 10.500
Tomohon 9.300 9.300
Bitung 9.250 9.250
Manado 9.250 9.250
Minahasa Selatan 9.300 9.300
IV. PERTAMINA DEX SPBU
- UPms III 10.800 10.800
- UPms IV/V 10.800 10.800



Harga Jual Pertamina Dex Kemasan
Harga produk Pertamina Dex Kemasan sebagai berikut :


Pertamina DEX Kemasan
Jenis Produk / Lokasi
15 April 2011 1 April 2011
UPMS III
Pertamina Dex
Kemasan + isi:
Kemasan 10L
135.000 135.000
Kemasan 20L 268.000 268.000
Isi/ refil:
Kemasan 10L
119.000 119.000
Kemasan 20L
238.000 238.000

UPMS IV/V (PBBKB 5%)
Pertamina Dex
Kemasan + isi
Kemasan 10L
139.000 139.000
Kemasan 20L
276.000 276.000
Isi/ refil:
Kemasan 10L
123.000 123.000
Kemasan 20L
245.000 245.000
UPMS VII
Pertamina Dex
Kemasan + isi
Kemasan 10L
148.500 - 168.500 (tergantung lokasi)
Kemasan 20L
295.000 - 335.000 (tergantung lokasi)
Isi/ refil:
Kemasan 10L
132.500 - 152.000 (tergantung lokasi)
Kemasan 20L
264.000 - 303.000 (tergantung lokasi)

sumber : http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8092/perkembangan-harga-bbm-non-subsidi-periode-15-april-2011

Kamis, 14 April 2011

Terkait West Madura Offshore Pertamina Menyesalkan Pernyataan yang Mendiskreditkan

Jakarta, Pertamina menyesalkan pernyataan yang mendiskreditkan kemampuan Pertamina dalam mengelola blok-blok migas. Pihak-pihak tersebut hendaknya tidak perlu takut kepada rakyat apabila tidak mendukung Pertamina. Terkait dengan pengelolaan West Madura Offshore, Pertamina sebagai pemegang saham mayoritas berkeinginan untuk menjadi operator dengan konsep pengembangan lapangan yang agresif. Pertamina menawarkan target perolehan produksi hingga 30.000 Barrel/day, namun, apabila upaya ini tidak mendapat dukungan, maka tidak perlu ada pernyataan pihak-pihak tertentu yang mendiskreditkan reputasi Pertamina di dalam pengelolaan minyak dan gas.

Pertamina tetap terbuka menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk mempercepat proses transformasi yang saat ini sedang berjalan. Hal ini karena untuk menjadi power house kelas dunia tidak hanya diperlukan upaya keras dari internal perusahaan, tetapi sebagaimana disampaikan pakar manajemen Rhenald Kasali juga dibutuhkan politisi yang berkelas dunia dan berwawasan global yang bekerja demi keunggulan daya saing bangsanya.

Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan minyak di Indonesia yang berhasil meningkatkan produksinya dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2010 produksi Pertamina mencapai 190,7 ribu Barrel/day minyak dan 1.458 juta kaki kubik gas per hari atau ekuivalen 443,5 ribu barrel oil equivalen.

Pada 2011, target produksi Pertamina 208 Barrel/day minyak dan produksi 1.520 juta kaki kubik gas perhari atau ekuivalen 470,31 ribu barrel oil equivalen. Untuk tetap mempertahankan pertumbuhan produksi dan penambahan cadangan baru pada tahun 2011, Pertamina menargetkan meliputi pengeboran eksplorasi 76 sumur dan 221 sumur pengembangan.

Pertamina mempunyai success story dalam meningkatkan produksi minyak di blok-blok yang telah diambil alih, misalnya di Blok Limau yang sebelumnya dikelola oleh Talisman saat ini produksinya meningkat dari 6000 Barrel/day menjadi 11.300 Barrel/day setelah diambil alih Pertamina. Demikian juga Blok Sanga sanga - Tarakan yang sebelumnya dikelola oleh Medco meningkat dari 4.300 Barrel/day menjadi 7.500 Barrel/day, Blok Sukowati yang dikelola Pertamina dengan Petrochina meningkat dari 40.000 Barrel/day menjadi 48.000 Barrel/day, serta Blok ONWJ (Offshore North West Java) yang sebelumnya dikelola oleh BP meningkat dari 21.000 Barrel/day menjadi 25.000 Barrel/day.
Pada 2011, Pertamina mengalokasikan belanja modal sebesar Rp. 37,1 Trilyun atau meningkat 86,4% dibandingkan prognosa 2010 sebesar Rp. 19,9 Trilyun. Belanja modal ini 76,4% atau sebesar Rp. 28,4 Trilyun akan dibelanjakan untuk sektor hulu dan 23,6% lainnya untuk pengembangan di sektor hilir. Untuk mencapai target tersebut Pertamina akan terus mempercepat transformasi yang sedang berjalan melalui peningkatan pertumbuhan cadangan dan produksi minyak, gas dan panasbumi di sektor hulu, meningkatkan added value di pengolahan dan lebih ekspansif di pemasaran produk-produk unggulan di sektor hilir.

sumber: http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8086/terkait-west-madura-offshore-pertamina-menyesalkan-pernyataan-yang-mendiskreditkan