JAKARTA, Beberapa unit proses Refinery Unit IV Pertamina Cilacap yang sebelumnya sempat dimatikan (shut down) atau dikurangi produksinya pada minimum rate sudah beroperasi secara bertahap sejak Kamis (7/4) pukul 14.00 WIB dan pada Minggu (10/4) pukul 10.00 WIB, seluruh unit proses sudah beroperasi 100% dengan total kapasitas pengolahan 348.000 barel per hari.
Pasokan BBM ke sejumlah wilayah tetap berjalan normal sesuai target distribusi yang telah ditetapkan. Dari 400.000 barel Premium yang sebelumnya disiagakan untuk injeksi ke Depot Lomanis, hanya digunakan 100.000 barel yang diambil dari pasokan kilang Balongan. Dengan demikian, tidak diperlukan tambahan impor Premium.
Kilang Cilacap mensuplai beberapa produk BBM seperti Solar, Minyak Tanah dan Premium ke wilayah Jawa Barat seperti Padalarang, Ujung Berung, dan Tasikmalaya, serta wilayah Jawa Tengah seperti Maos, Teras dan Rewulu (Yogyakarta).
sumber:http://www.pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8080/impor-tambahan-tidak-diperlukan-kilang-cilacap-beroperasi-100
Senin, 11 April 2011
Pertamina Berhasil Memadamkan Kembali Api Tangki 31 T-7
JAKARTA, 6 April 2011 – Pk 18.00 WIB, Pertamina berhasil memadamkan kembali apihttp://www.blogger.com/img/blank.gif di tangki 31 T-7 sejak Rabu (6/4) sekitar pukul 07.00 WIB dan terus melakukan upaya pendinginan untuk memastikan temperatur tangki yang terbakar tersebut berada di batas normal untuk menghindari kemungkinan munculnya kembali api. Pemadaman Total (totally killed) dan dinyatakan kondisi aman pada pukul 17.00 WIB.
Sebelumnya, api di tangki 31 T-7 sempat padam pada Selasa (5/4) pukul 10.35 WIB namun kembali menyala sekitar pukul 12.00 WIB karena angin yang cukup kencang memecah foam yang sudah menutupi permukaan fluida panas di dalam tangki 31 T-7, sehingga terjadi interaksi dengan oksigen yang mengakibatkan kembali munculnya api. Dua tangki lainnya yaitu tangki 31 T-2 dan 31 T-3 sudah berhasil dipadamkan sejak Minggu (3/4).
Saat ini, Pertamina juga terus melakukan proses pendinginan untuk tangki 32 T-104 yang berdekatan dengan tangki 31 T-7 dan suhu saat ini dapat dijaga di bawah 40 derajat Celcius.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, mewakili manajemen dan seluruh pekerja Pertamina menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak baik internal maupun eksternal yang telah mengerahkan seluruh upaya terbaiknya untuk mengatasi musibah ini.
“Kami,mewakili manajemen dan seluruh pekerja Pertamina, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak baik internal maupun eksternal yang telah mengerahkan seluruh upaya terbaiknya untuk mengatasi musibah ini. Kepada Menkopolhukam, Menkoperekonomian, Menteri BUMN, Menteri ESDM, TNI-Polri, Pemprov Jawa Tengah, Polda Jateng, Korem 071 Wijaya Kusuma, Pemda Cilacap, Polres Cilacap, Kodim 0703 Cilacap, PT Holchim Tbk Cilacap, mitra kerja dari KPS-KPS, dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Sekali lagi, terima kasih dan kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas segala kerja keras, bantuan, dukungan, baik material maupun non-material yang telah dikerahkan untuk membantu dalam mengatasi musibah kebakaran ini,” ujar Karen.
“Kepada masyarakat Cilacap, khususnya di sekitar area operasi RU IV Cilacap, kami menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya musibah yang telah membuat ketidaknyamanan warga di sekitar lokasi. Kami juga menyampaikan terima kasih, kepada warga masyarakat sekitar yang telah bersikap kooperatif selama terjadinya musibah yang tidak kita inginkan ini.” tambahnya.
Direksi selaku pimpinan PT Pertamina (Persero) menyatakan, akan bertanggungjawab penuh untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas, termasuk memastikan penyebab dari terjadinya musibah kebakaran ini. Kejadian semacam ini, tidak dapat ditoleransi karena tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian material, namun tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan keselamatan jiwa dari manusia, baik pekerja maupun masyarakat di sekitar operasi Pertamina.
sumber:http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8065/pertamina-berhasil-memadamkan-kembali-api-tangki-31-t-7
Sebelumnya, api di tangki 31 T-7 sempat padam pada Selasa (5/4) pukul 10.35 WIB namun kembali menyala sekitar pukul 12.00 WIB karena angin yang cukup kencang memecah foam yang sudah menutupi permukaan fluida panas di dalam tangki 31 T-7, sehingga terjadi interaksi dengan oksigen yang mengakibatkan kembali munculnya api. Dua tangki lainnya yaitu tangki 31 T-2 dan 31 T-3 sudah berhasil dipadamkan sejak Minggu (3/4).
Saat ini, Pertamina juga terus melakukan proses pendinginan untuk tangki 32 T-104 yang berdekatan dengan tangki 31 T-7 dan suhu saat ini dapat dijaga di bawah 40 derajat Celcius.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, mewakili manajemen dan seluruh pekerja Pertamina menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak baik internal maupun eksternal yang telah mengerahkan seluruh upaya terbaiknya untuk mengatasi musibah ini.
“Kami,mewakili manajemen dan seluruh pekerja Pertamina, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak baik internal maupun eksternal yang telah mengerahkan seluruh upaya terbaiknya untuk mengatasi musibah ini. Kepada Menkopolhukam, Menkoperekonomian, Menteri BUMN, Menteri ESDM, TNI-Polri, Pemprov Jawa Tengah, Polda Jateng, Korem 071 Wijaya Kusuma, Pemda Cilacap, Polres Cilacap, Kodim 0703 Cilacap, PT Holchim Tbk Cilacap, mitra kerja dari KPS-KPS, dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Sekali lagi, terima kasih dan kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas segala kerja keras, bantuan, dukungan, baik material maupun non-material yang telah dikerahkan untuk membantu dalam mengatasi musibah kebakaran ini,” ujar Karen.
“Kepada masyarakat Cilacap, khususnya di sekitar area operasi RU IV Cilacap, kami menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya musibah yang telah membuat ketidaknyamanan warga di sekitar lokasi. Kami juga menyampaikan terima kasih, kepada warga masyarakat sekitar yang telah bersikap kooperatif selama terjadinya musibah yang tidak kita inginkan ini.” tambahnya.
Direksi selaku pimpinan PT Pertamina (Persero) menyatakan, akan bertanggungjawab penuh untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas, termasuk memastikan penyebab dari terjadinya musibah kebakaran ini. Kejadian semacam ini, tidak dapat ditoleransi karena tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian material, namun tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan keselamatan jiwa dari manusia, baik pekerja maupun masyarakat di sekitar operasi Pertamina.
sumber:http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/8065/pertamina-berhasil-memadamkan-kembali-api-tangki-31-t-7
Minggu, 20 Maret 2011
Harga BBM Naik di 9 Negara
JAKARTA, — Kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia yang terjadi dalam empat bulan terakhir ini telah mendorong sembilan negara terdekat Indonesia menaikkan harga jual bahan bakar minyak. Kenaikan harga bahan bakar minyak yang dilakukan dalam kurun waktu November 2010 hingga Februari 2011 itu ada dalam kisaran 9 persen hingga 16 persen.
”Semua negara itu telah menyesuaikan harga BBM-nya pada kisaran yang berbeda,” ujar Menteri Keuangan Agus Darmawan Wintarto Martowardojo di Jakarta, Sabtu (20/3/2011).
Negara-negara yang menaikkan harga BBM itu adalah Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, China, Jepang, India, Korea Selatan, dan Australia. Negara yang menaikkan harga premium tertinggi adalah Filipina, yakni 11 persen.
”Adapun negara yang menaikkan harga solar tertinggi adalah Singapura dengan kenaikan 16 persen. Sementara Indonesia tetap mempertahankan harga pada posisi Rp 4.500 per liter,” kata Agus.
Menurut Agus, kebijakan harga di sembilan negara tersebut belum mendorong Indonesia untuk mengubah harga jual BBM di dalam negeri. Namun, pemerintah dan pertamina tetap akan melanjutkan proses pengaturan volume BBM bersubsidi untuk menurunkan tekanan terhadap APBN.
Untuk mengantisipasi lonjakan subsidi energi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia, Kementerian Keuangan telah memperhitungkan tambahan anggaran cadangan risiko fiskal sebesar Rp 14,8 triliun, terutama untuk meredam kemungkinan lonjakan subsidi listrik.
sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/21/07112485/Harga.BBM.Naik.di.9.Negara
”Semua negara itu telah menyesuaikan harga BBM-nya pada kisaran yang berbeda,” ujar Menteri Keuangan Agus Darmawan Wintarto Martowardojo di Jakarta, Sabtu (20/3/2011).
Negara-negara yang menaikkan harga BBM itu adalah Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, China, Jepang, India, Korea Selatan, dan Australia. Negara yang menaikkan harga premium tertinggi adalah Filipina, yakni 11 persen.
”Adapun negara yang menaikkan harga solar tertinggi adalah Singapura dengan kenaikan 16 persen. Sementara Indonesia tetap mempertahankan harga pada posisi Rp 4.500 per liter,” kata Agus.
Menurut Agus, kebijakan harga di sembilan negara tersebut belum mendorong Indonesia untuk mengubah harga jual BBM di dalam negeri. Namun, pemerintah dan pertamina tetap akan melanjutkan proses pengaturan volume BBM bersubsidi untuk menurunkan tekanan terhadap APBN.
Untuk mengantisipasi lonjakan subsidi energi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia, Kementerian Keuangan telah memperhitungkan tambahan anggaran cadangan risiko fiskal sebesar Rp 14,8 triliun, terutama untuk meredam kemungkinan lonjakan subsidi listrik.
sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/21/07112485/Harga.BBM.Naik.di.9.Negara
Kapal Tanker Pertamina Alami Kecelakaan, Pengiriman Minyak Telat
PONTIANAK-- Kapal tanker pembawa minyak bakar untuk kebutuhan mesin pembangkit milik PLN Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) bertabrakan di Sumatera Selatan.
Pertamina mengklaim tabrakan ini tidak mempengaruhi kinerja perusahaan penyedia listrik tersebut. "Kapal yang tabrakan itu mengangkut 1.300 kilo liter minyak bakar atau marine fuel oil PLN Kalbar," kata Sales Area Manajer Pertamina Kalbar, Ibnu Chouldum, di Pontianak, Jumat.
Menurut dia, stok MFO di Depot Siantan untuk kebutuhan PLN Kalbar cukup banyak. "Stoknya bisa sampai delapan hari operasional," kata dia.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar 3.500 kilo liter MFO yang masuk di Depot Siantan. Sedangkan kebutuhan PLN untuk MFO berkisar antara 800 kilo liter per harinya.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/03/18/170653-kapal-tanker-pertamina-tubruk-kapal-jukung-lima-penumpang-tewas-pengiriman-minyak-juga-telat
Pertamina mengklaim tabrakan ini tidak mempengaruhi kinerja perusahaan penyedia listrik tersebut. "Kapal yang tabrakan itu mengangkut 1.300 kilo liter minyak bakar atau marine fuel oil PLN Kalbar," kata Sales Area Manajer Pertamina Kalbar, Ibnu Chouldum, di Pontianak, Jumat.
Menurut dia, stok MFO di Depot Siantan untuk kebutuhan PLN Kalbar cukup banyak. "Stoknya bisa sampai delapan hari operasional," kata dia.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar 3.500 kilo liter MFO yang masuk di Depot Siantan. Sedangkan kebutuhan PLN untuk MFO berkisar antara 800 kilo liter per harinya.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/03/18/170653-kapal-tanker-pertamina-tubruk-kapal-jukung-lima-penumpang-tewas-pengiriman-minyak-juga-telat
Pertamina Tandatangani Emission Reduction Purchase Agreement
JAKARTA, 18 Maret 2011 - Anak Perusahaan Pertamina, PT PertaminaGeothermal Energy, menandatangani Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) dengan South Pole Assets Management Ltd.
Emission Reduction merupakan salah satu bukti komitmen Pertaminadalam mengurangi gas yang menyebabkan efek rumah kaca di Indonesia. Pertaminatelah menjalankan mekanisme yang lebih baik di sektor hulu maupun hilir dan melaporkan pengurangan emisi setiap tahun kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
Usaha-usaha pengurangan emisi yang telah dilakukan di antaranya adalah penggunaan musicool sebagai refrigerant, transfer pengunaan solar menjadi gas pada combustion unit, meningkatkan nilai keekonomian flaring gas sehingga dapat dijual menjadi energi, penggunaan gas dengan membanguna LPG plant dan terutama adalah pengembangan Geothermal sebagai sumber energi yang bersih.
Selain itu, PertaminaGeothermal Energy juga akan melaksanakan clean development mechanism (CDM) yang sama di Karaha Unit 1, Lumut Balai Unit 3 & 4 and Kamojang Unit 5 yang perkiraan pengurangan emisinya mencapai 970.000 tCO2 tahun.
Emission Reduction merupakan salah satu bukti komitmen Pertaminadalam mengurangi gas yang menyebabkan efek rumah kaca di Indonesia. Pertaminatelah menjalankan mekanisme yang lebih baik di sektor hulu maupun hilir dan melaporkan pengurangan emisi setiap tahun kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
Usaha-usaha pengurangan emisi yang telah dilakukan di antaranya adalah penggunaan musicool sebagai refrigerant, transfer pengunaan solar menjadi gas pada combustion unit, meningkatkan nilai keekonomian flaring gas sehingga dapat dijual menjadi energi, penggunaan gas dengan membanguna LPG plant dan terutama adalah pengembangan Geothermal sebagai sumber energi yang bersih.
Selain itu, PertaminaGeothermal Energy juga akan melaksanakan clean development mechanism (CDM) yang sama di Karaha Unit 1, Lumut Balai Unit 3 & 4 and Kamojang Unit 5 yang perkiraan pengurangan emisinya mencapai 970.000 tCO2 tahun.
Pertamina Bersinergi Membangun Desa Tertinggal
Jakarta, 18 Maret 2011- PT Pertamina (Persero) menjadi BUMN pertama yang menyepakati Kerjasama Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal dengan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal.
Adapun kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal akan dilakukan melalui Program Bedah Desa dan Desa Mandiri PT Pertamina (Persero). Sedangkan pengembangan komoditas unggulan di daerah tertinggal akan dilaksanakan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pertamina (Persero). Nota kesepahaman yang disepakati ini berlaku selama dua tahun ke depan setelah ditandatangani.
Partispasi Pertamina dalam pengembangan masyarakat pedesaan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama baik melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa program yang sudah jalan antara lain Bedah Desa, Desa Mandiri dan Desa Binaan.
PKBL Pertamina adalah lembaga pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi di lingkungan Pertamina , yang keberadaan dan kegiatannya merupakan penugasan Pemerintah untuk ikut memberdayakan Usaha Kecil dan Koperasi diprioritaskan yang berada di sekitar wilayah operasi Pertamina dan Mitra Bisnis dalam mendukung kelancaran kegiatan operasi perusahaan.
Adapun kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal akan dilakukan melalui Program Bedah Desa dan Desa Mandiri PT Pertamina (Persero). Sedangkan pengembangan komoditas unggulan di daerah tertinggal akan dilaksanakan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pertamina (Persero). Nota kesepahaman yang disepakati ini berlaku selama dua tahun ke depan setelah ditandatangani.
Partispasi Pertamina dalam pengembangan masyarakat pedesaan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama baik melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa program yang sudah jalan antara lain Bedah Desa, Desa Mandiri dan Desa Binaan.
PKBL Pertamina adalah lembaga pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi di lingkungan Pertamina , yang keberadaan dan kegiatannya merupakan penugasan Pemerintah untuk ikut memberdayakan Usaha Kecil dan Koperasi diprioritaskan yang berada di sekitar wilayah operasi Pertamina dan Mitra Bisnis dalam mendukung kelancaran kegiatan operasi perusahaan.
Selasa, 15 Maret 2011
Perubahan Harga Pertamax
Mulai hari Rabu (16/3) pukul 00.00 WIB harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang terdiri dari pertamax, naik menjadi Rp 8.700 per liter. Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Mochammad Harun.
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/03/15/169703-pertamax-naik-lagi-rabu-jadi-rp-8700-per-liter
Berikut daftar perubahan harga bahan bakar minyak non subsidi periode 16 maret 2011.
http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/7980/perubahan-harga-bbm-non-subsidi-periode-16-maret-2011
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/03/15/169703-pertamax-naik-lagi-rabu-jadi-rp-8700-per-liter
Berikut daftar perubahan harga bahan bakar minyak non subsidi periode 16 maret 2011.
http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/7980/perubahan-harga-bbm-non-subsidi-periode-16-maret-2011
Langganan:
Postingan (Atom)