Minggu, 13 Maret 2011

Pertamina Pastikan Stok Aman

Pertamina terus memantau pasokan dan distribusi untuk memastikan posisi stok aman dengan penyebaran yang lebih merata. Untuk itu upaya penambahan stok tidak hanya dilakukan di Depo Pertamina , tetapi hingga ke SPBU. Bahkan di sejumlah wilayah, penyaluran BBM sudah melebihi rata-rata kebutuhan normal.

Jabodetabek
Kondisi Jabodetabek pada saat ini berada pada kondisi normal, dimana Stock Premium di Depo Plumpang sebanyak 36.335 Kilo Liter (KL), sedangkan stock Solar sebanyak 38.950 KL.

Jambi dan Bengkulu
Hingga saat ini Pertamina tetap konsisten menyalurkan BBM bagi Jambi, dimana stock Premium pada hari ini mencapai 2.662 KL. Sedangkan untuk Solar, stock saat ini sebanyak 5130 KL.

sumber:http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/7965/pertamina-guarantees-safe-fuel-stock-with-wider-distribution

Kondisi pelayanan BBM di Bengkulu tetap berjalan normal dengan Stock Premium sebanyak 2.361 KL. Sementara untuk Solar, stock saat ini sebanyak 1.408 KL.

Pontianak
Pasokan BBM untuk wilayah Pontianak berada dalam kondisi yang normal. Hingga Jumat (11/3) pagi, stok Premium tercatat sebanyak 1.300 KL dan stok Solar sebanyak 1.300 KL. Stok ini akan terus bertambah dengan rencana pada sore hari ini, Kapal Mangunjaya akan membawa muatan sebanyak 3.500 KL.

Riau
Pelayanan BBM di Kota Riau berjalan dengan normal, dimana stock di Terminal Siak akan bertambah dengan adanya kedatangan Kapal Birdie yang membawa muatan Premium sebanyak 1.200 KL serta Kapal Soechiecemical yang membawa Premium sebanyak 850 KL.

Hingga saat ini, kondisi pelayanan BBM di Riau berjalan normal, begitu juga dengan Terminal BBM di Dumai dimana stock BBM secara terus menerus bertambah dari Kilang Refinery Unit II Dumai melalui jalur pipa.

Stok Nasional
Kondisi stok BBM nasional saat ini aman di level 4 juta KL, dengan rincian 3,3 juta KL untuk BBM Subsidi dan Sisanya untuk Non Subsidi. Stok Premium berada pada posisi aman untuk 17 hari, Minyak Tanah 54 hari dan Solar 20 hari. Sedangkan stok Bahan Bakar Khusus seperti Pertamax sangat tersedia untuk 70 hari dan Pertamax Plus untuk 90 hari.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM secara normal sesuai kebutuhan. Pertamina telah menambah pasokan dan menyalurkan BBM melebihi rata-rata kebutuhan harian di sejumlah wilayah guna memenuhi kebutuhan BBM Masyarakat. Apabila membutuhkan informasi atau hendak melaporkan temuan penyalahgunaan, masyarakat bisa menghubungi Contact Pertamina di telp (kode area) 500 000.

Minggu, 06 Maret 2011

Sinergikan Produk Pelumas Dengan Kebutuhan, Pertamina Berpartisipasi dalam SEMINAR JAMA ENGINE OIL 2011

Jakarta, 3 Maret 2011 - Sebagaimana diketahui, saat ini teknologi mesin berkembang dengan amat pesat. Standar - standar emisi pun makin ketat dan bahkan telah banyak diadopsi oleh negara - negara maju. Dengan latar belakang tersebut, JAMA (Japan Automobile Manufacturers Association, Inc) yang beranggotakan pabrikan - pabrikan mesin di Jepang dan PAJ (Petroleum Association of Japan) bersama perusahaan - perusahaan minyak Jepang membuat berbagai standar baru dan secara berkesinambungan mensosialisasikannya ke negara - negara yang banyak menggunakan kendaraan buatan pabrikan Jepang. Di Indonesia, bekerja sama dengan PERTAMINA, JASO kali ini akan mensosialiasikan Standar pelumas diesel JASO (JASO Diesel Engine Oil Standard).

Dengan seminar ini para praktisi terkait dengan mesin, pelumas, dan perawatan mesin dapat memperoleh informasi dan solusi atas kebutuhan pelumas yang cocok bagi mesin - mesin mahal mereka, bahan bakar yang digunakan, kesiapan teknologi mesin yang ada untuk mengadapatasi batasan emisi atau kebijakan alternative fuel, dan lain sebagainya. Mengingat anggota JAMA terdiri dari para pabrikan mesin, maka informasi dan solusi yang disampaikan dari para pabrikan kendaraan secara langsung tentunya akan menjadi oase yang dinanti - nanti.

PERTAMINAsendiri juga sudah memiliki produk yang memang didesain untuk memenuhi spesifikasi JASO, seperti Meditran SX series (JASO DH-1), Enduro 4T dan Mesran Super (JASO MA), Enduro Racing (JASO MA2), dan Enduro Matic (JASO MB). Produk - produk tersebut memang didesain untuk pelumasan mesin kendaraan Jepang yang banyak digunakan di Indonesia. Tak heran jika selain menduduki posisi market leader, PERTAMINAjuga menjadi acuan bagi perkembangan pelumas di Indonesia.

Tahun 2011 Pelumas Pertamina kembali mendapatkan Top Brand Award untuk pelumas mobil Prima XP dari majalah marketing berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group.

Pada tahun sebelumnya, berbagai penghargaan telah diterima oleh Pertamina Pelumas Pertamina meraih gelar Top Brand Award 2010 yang dilaksanakan Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing. Prima XP untuk kategori pelumas mobil, dan Mesran untuk kategori sepeda motor. Selain itu, brand Mesran juga meraih penghargaan The Greatest Brand of The Decade dari Mark Plus dan Indonesia Original Brand versi majalah SWA.

Pada tahun 2011 Pertamina akan terus mengembangkan pangsa ekspor bisnis pelumas di mancara negara dimana penjualan pelumas Pertamina juga akan lebih ekspansif dengan target penjualan di 2011 sebesar 546 ribu kilo liter atau naik 88 ribu kilo liter dibandingkan prognosa 2010 sebesar 458 ribu kilo liter.

Strategi PERTAMINA untuk masuk ke pasar pelumas luar negeri terutama dengan mengedepankan produk andalan Fastron. Sudah tiga tahun PERTAMINA melakukan aktifitas pemasaran pelumas ke luar negeri, dimulai dari Pakistan dan Uni Emirat Arab dengan merek Zipex. Saat ini pelumas Pertamina sudah dipasarkan di 10 negara, di antaranya Belgia, Pakistan, Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Myanmar, Singapore, Taiwan, Philipina, Timor Leste dan Australia. Tahun 2010 lalu Pertamina berhasil masuk ke pasar Jepang. Jepang sebagai giant economic nomor dua terbesar di dunia setelah China memang menjadi pasar seksi bagi para pemasar. Daya beli yang tinggi, quality oriented dan service excellent menjadi target para produsen non Jepang.

sumber: http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/7926/synergize-of-lubricant-product-with-demand-pertamina-participated-in-jama-engine-oil-2011

Rabu, 02 Maret 2011

LNG floating receiving terminal

Pemerintah akan mempercepat pembangunan LNG floating receiving terminal atau fasilitas pengangkutan dan pengolahan gas alam cair pada tahun 2011, hal ini diupayakan agar pasokan gas untuk pembangkit listrik milik PLN dapat diamankan. Selain itu untuk mengangkut gas dari daerah sumber gas di kawasan Timur Indonesia ke daerah yang minus pasokan gas.

Sudah terbentuk perusahaan joint venture Floating Storage and Regasification Terminal (FSRT) gas alam cair (LNG) antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Perusahaan Gas Negara, Tbk. Perusahaan gabungan ini menghasilkan sebuah perusahaan baru, yakni PT Nusantara Regas. Dengan tujuan memungkinkan terjadinya diversifikasi suplai gas di Indonesia.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/03/12162522/Fasilitas.Gas.Bergerak.Dipercepat

Selasa, 01 Maret 2011

Pertamina Capai Penjualan Avtur Sampai 3,1 Juta KL

JAKARTA, 24 Februari 2011 - Pertamina Aviation telah membuktikan komitmennya dengan tercapainya penjualan avtur 3,1 juta KL. Hal ini sebuah pencapaian yang gemilang untuk mendukung Pertamina sebagai perusahaan berkelas dunia.

Pada tahun 2006 penjualan bahan bakar aviasi baru tercapai sekitar 2,4 juta KL, tahun 2007 sekitar 2,5 juta KL, tahun 2008 sebesar 2,6 juta KL, tahun 2009 menjadi 2,8 juta KL dan tahun 2010 mencapai 3,1 juta KL sehinggga memberikan kontribusi profit yang cukup besar kepada perusahaan.

Hal ini sebagai motivasi bagi Pertamina Aviation untuk terus mengembangkan bisnis aviasi baik di dalam maupun di luar negeri. Unit bisnis aviasi selain berkembang juga menunjukkan komitmennya terhadap kualitas, mutu dan layanan kepada pelanggan aviasi.

sumber : http://pertamina.com/index.php/detail/view/news-release/7916/pertamina-aviation-capai-penjualan-31-juta-kl

Jumat, 25 Februari 2011

Penundaan Pembatasan BBM dinilai akan memakan Subsidi Rp 6 Triliun

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo penundaan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi akan membebani anggaran subsidi dalam APBN 2011 hingga Rp 6 triliun. Angka tersebut diperoleh dengan memperhitungkan asumsi harga minyak dunia sebesar 80 dolar AS per barel dan terus memperhatikan dan memantau kondisi politik di negara-negara Afrika Utara.

Komitmen pembatasan dibutuhkan agar penerima BBM bersubsidi adalah masyarakat menengah ke bawah yang benar-benar membutuhkan dan berhak menerima subsidi. Selain itu, Kementerian Keuangan masih mengharapkan pembatasan BBM bersubsidi diberlakukan agar tidak menambah volume subsidi 38,5 juta kiloliter yang didistribusikan melalui Pertamina.

Beliau juga menjelaskan pemerintah akan membuat strategi pengendalian yang lebih efektif dengan mendorong penerimaan gas alam dan menjaga batasan anggaran yang sehat apabila pembatasan telah diberlakukan.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/02/24/166002-penundaan-pembatasan-bbm-gerus-nilai-subsidi-rp-6-triliun
Menurut Hatta Radjasa sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, ada kemungkinan mundurnya pelaksanaan pembatasan premium. Beberapa Faktor Pertimbangannya antara lain :

1.harga minyak dunia yang melambung,
2.dampak pembatasan terhadap inflasi,
3.belum siapnya prasarana penunjang.

Dan terkait lonjakan harga minyak dunia, menurut Hatta Radjasa Pemerintah dan Pertamina belum berencana menaikkan harga.

Kamis, 24 Februari 2011

80 % Angkutan Perusahaan di Sampit Gunakan BBM Bersubsidi

SAMPIT, KALTENG - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menilai 80 persen angkutan perusahaan perkebunan kelapa sawit menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Angka itu kami temukan berdasarkan hasil survei lapangan ke sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroprasi di wilayah Kotawaringin Timur," kata Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsu, di Sampit, Kamis (27/1).

Sementara koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kotawaringin Timur Audy Valend mengatakan, tim gabungan pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi terdiri dari Depo Pertamina Cabang Sampit, TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Organda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub) dan LSM.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/11/01/27/160934-waduh-80-angkutan-perusahaan-di-sampit-gunakan-bbm-bersubsidi